Home

KOMANDAN SECAPAAD

Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

Login Form





Beranda
Pengarahan Dansecapaad kepada Gumil, Pelatih dan Pembina PDF 
Jumat, 01 April 2016 09:40

Pengarahan Dansecapaad kepada Gumil, Pelatih dan Pembina

 

Komandan Secapaad Brigjen TNI A A B Maliogha memberikan pengarahan kepada Gumil, Pelatih dan Pembina Pasis Diktukpa TNI AD yang berlangsung di Gedung Oerip Sumoharjo Secapaad, Jumat (1/4/2016).

Komandan menyampaikan seorang Gumil, Pelatih dan Pembina harus mengetahui inti dari materi pelajaran yang akan disampaikan kepada para Pasis, sehingga Pasis mengerti dan memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh Gumil dan Pelatih.

Lebih lanjut Komandan menyampaikan, dalam proses pelaksanaan belajar mengajar khususnya materi pelajaran praktek lapangan seorang Gumil, Pelatih dan Pembina harus mengutamakan faktor kemanan dalam mengajar kepada Pasis “tandasnya”.

Hadir dalam pengarahan tersebut Wadan Secapaad Kol Inf Urip Wahyudi S.I.P., para Pamen Ahli Gol IV, para Direktur, Danmensis, Wadan Mensis, Katim Gumil, para Kadep dan pejabat Distribusi. (Penhumas Secapaad).

 

 
UKP Periode 1 April 2016 Organik Secapaad PDF 
Jumat, 01 April 2016 08:01

UKP Periode 1 April 2016 Organik Secapaad


Komandan Secapaad Brigjen TNI A A B Maliogha memimpin langsung Korp Raport kenaikan pangkat Perwira, Bintara, Tamtama dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di gedung Jenderal Sudirman Secapaad, Jum’at (1/4/2016).

Upacara kenaikan pangkat ditandai dengan pemasangan tanda pangkat oleh Dansecapaad kepada perwakilan Perwira, Bintara, Tamtama dan ASN. Jumlah Organik yang naik pangkat periode 1 April 2016 berjumlah 72 (tujuh puluh dua) orang yang terdiri dari Pamen 2 orang, Pama 5 orang Bintara 13 orang, Tamtama 2 orang dan PNS 50 orang.

Dalam sambutannya Komandan mengatakan bahwa kenaikan pangkat bagi prajurit dan kenaikan golongan bagi ASN tidak hanya menunjukkan integritas, loyalitas dan disiplin tinggi tetapi yang terpenting adalah terhindar dari pelanggaran yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di satuan. Disamping itu juga dituntut memiliki kemampuan fisik dan non fisik sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta memiliki dasar pendidikan dan kemampuan perorangan dalam pembinaan karier sebagai prajurit maupun sebagai ASN TNI AD.

Diakhir amanatnya Komandan berpesan hendaknya kenaikan pangkat ini, disyukuri sebagai amanah dan rahmat. Kenaikkan pangkat dan golongan tidak di dapat secara otomatis, namun memerlukan perjuangan dalam menjaga kedisiplinan dan kredibilitas, baik sebagai prajurit maupun sebagai ASN, sehingga membawa manfaat bagi keluarga dan satuan Secapaad.

Upacara diakhiri dengan pemberian ucapan dari Komandan dan seluruh peserta upacara kepada Bintara, Tamtama dan ASN yang naik Pangkat. (Penhumas Secapaad)

 

 
UKP Periode 1 April 2016 Organik Secapaad PDF 
Jumat, 01 April 2016 08:01

 

 

UKP Periode 1 April 2016 Organik Secapaad


Komandan Secapaad Brigjen TNI A A B Maliogha memimpin langsung Korp Raport kenaikan pangkat Perwira, Bintara, Tamtama dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di gedung Jenderal Sudirman Secapaad, Jum’at (1/4/2016).


Upacara kenaikan pangkat ditandai dengan pemasangan tanda pangkat oleh Dansecapaad kepada perwakilan Perwira, Bintara, Tamtama dan ASN. Jumlah Organik yang naik pangkat periode 1 April 2016 berjumlah 72 (tujuh puluh dua) orang yang terdiri dari Pamen 2 orang, Pama 5 orang Bintara 13 orang, Tamtama 2 orang dan PNS 50 orang.


Dalam sambutannya Komandan mengatakan bahwa kenaikan pangkat bagi prajurit dan kenaikan golongan bagi ASN tidak hanya menunjukkan integritas, loyalitas dan disiplin tinggi tetapi yang terpenting adalah terhindar dari pelanggaran yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di satuan. Disamping itu juga dituntut memiliki kemampuan fisik dan non fisik sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta memiliki dasar pendidikan dan kemampuan perorangan dalam pembinaan karier sebagai prajurit maupun sebagai ASN TNI AD.


Diakhir amanatnya Komandan berpesan hendaknya kenaikan pangkat ini, disyukuri sebagai amanah dan rahmat. Kenaikkan pangkat dan golongan tidak di dapat secara otomatis, namun memerlukan perjuangan dalam menjaga kedisiplinan dan kredibilitas, baik sebagai prajurit maupun sebagai ASN, sehingga membawa manfaat bagi keluarga dan satuan Secapaad.


Upacara diakhiri dengan pemberian ucapan dari Komandan dan seluruh peserta upacara kepada Bintara, Tamtama dan ASN yang naik Pangkat. (Penhumas Secapaad)

 

 
Pasis Melaksanakan Mountenering PDF 
Jumat, 01 April 2016 02:26

Pasis Melaksanakan Mountenering


Pasis Diktupa TNI AD TA 2016 Kompi A dan B Yonsis I di taraf II melaksanakan kegiatan latihan mountainering di lapangan Krida Wiradhika Secapaad Rabu (30/3/2016).


Tujuan dari latihan mountainering ini adalah agar Pasis dapat melintasi berbagai macam rintangan dengan teknik yang benar sehingga dapat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas pokok.


Adapun materi yang di praktekan antara lain, pengenalan alat mountainering, latihan cara mengikat tali yang benar, teknik gerakan untuk melintasi rintangan yang meliputi snaplaing, rapling, jaring pendarat, jembatan tali tiga dan jembatan tali satu.


Kegiatan tersebut diawasi langsung oleh Danton serta para pelatih dan kordinator lapangan dari Depjas Secapaad Mayor Inf Sugeng. (Penhumas Secapaad)

 

 
Penyuluhan Hukum kepada organik Secapaad PDF 
Jumat, 01 April 2016 02:22

Penyuluhan Hukum kepada organik Secapaad


Komandan Secapaad Brigjen TNI A A B Maliogha mendampingi Kolonel Chk Atto Salurapa, S.H, M.H. dalam rangka memberikan penyuluhan hukum kepada seluruh organik Secapaad di Gedung Jenderal Sudirman Secapaad, Rabu (30/3/2016).


Dalam penyuluhan hukum tersebut diawali kata pengantar dari Komandan Secapaad yang isinya mengucapkan selamat datang kepada tim penyuluhan hukum dan agar dalam memberikan penjelasan secara jelas bagi personel Secapaad. Penyuluhan hukum yang diberikan agar para anggota dapat memerangi kasus-kasus yang terjadi, mendapat pencerahan yang aplikatif dan kepada anggota agar menyimak secara seksama serta tanyakan hal-hal yang penting. “Harapannya”.


Tema penyuluhan hukum yang disampaikan adalah “TNI AD meningkatkan profesionalisme prajurit melalui ketaatan hukum dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan”. Penyuluhan hukum disampaikan oleh Kolonel Chk Atto Salurapa, S.H, M.H. membahas tentang tentang hukum Administrasi prajurit TNI.


Tugas seorang Komandan dalam satuan mempunyai tugas dan tanggung jawab sangat besar yang telah dibatasi oleh aturan-aturan dan UU yang nantinya dapat mengarah kepada tindak pidana. Komandan dan lembaga hukum di TNI tentunya menpunyai tugas yang mulia untuk menjadikan prajurit agar taat kepada aturan dan UU yang berlaku. Pembahasan UU RI No. 39/2010 tentang hukum administrasi terdapat beberapa hal antara lain tentang PDTH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat), Schorsing, Revisi sanksi administrasi, Lapbangpri, UU No.24 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT, Narkoba dan macam-macam pidana.


Penjatuhan hukuman PDTH dapat dilakukan apabila prajurit menganut ideologi/ajaran yang bertentangan dengan Pancasila, melakukan yang membahayakan keamanan dan keselamatan bangsa negara, telah dijatuhi pidana lebih dari dua kali, melakukan percobaan bunuh diri, meninggal dunia dalam kejahatan, melakukan THTI lebih dari tiga bulan, dijatuhi hukuman disiplin lebih dari tiga kali pada pangkat yang sama dan perbuatan yang bertentangan perintah dinas/tidak sesuai dengan norma kehidupan prajurit (kumpul kebo, homoseksual dan susila terhadap KBT).


Terjadinya schorsing dapat disebabkan karena untuk kepentingan dinas/disiplin yang diduga melakukan perbuatan merugikan TNI, penahanan yustisial, pidana penjara dan tidak hadir lebih satu bulan. Lapbangpri merupakan saranaa penilaian secara khusus terhadap militer di lingkungan TNI AD yang telah selesai menjalani hukuman disiplin militer/pidana penjara. Perlu diketahui bahwa masalah narkoba tidak ada satupun instansi/institusi/perusahaan yang personelnya terlibat dalam narkoba. Untuk itu Kasad memerintahkan bagi yang terlibat narkoba diberhetikan dengan tidak hormat/pecat. Hukum pidana terdapat dua yaitu pidana umum (Narkoba, penganiayaan, asusila, pencurian, zina dan KDRT) dan pidana militer (Disersi, THTI, insubordinasi, menolak perintah dinas, penyalahgunaan wewenang dan meninggalkan pos). “Ungkapnya”.


Penyuluhan hukum diikuti Wadan Secapaad Kolonel Inf Urip Wahyudi, S.Ip., Pamen Ahli, para Direktur, Distribusi A dan B serta seluruh organik secapaad. (Penhumas Secapaad).

 

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

secapaad.mil.id, Powered by Infolahta 2014