Home Berita Upacara Bendera 17an bulan Juli

KOMANDAN SECAPAAD

Vinaora Nivo Slider


Upacara Bendera 17an bulan Juli PDF 
Ditulis oleh penhumas   
Senin, 17 Juli 2017 06:02

 

Upacara Bendera 17an di Secapaad

dilaksanakan di Lapangan Wiradhika

 

Komandan Secapaad Brigjen TNI Eka Wiharsa bertindak sebagai Irup pada Upacara pengibaran bendera merah putih, di lapangan Wiradhika Secapaad. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh organik Secapaad, baik militer maupun ASN. Turut hadir pada kesempatan itu, Wadan Secapaad, Kolonel Inf Heri Sapari dan para pejabat Distribusi Secapaad. Kadep Tiknik Secapaad Letkol Inf Dehes Sandy, S.PSI bertindak sebagai komandan upacara. Senin. (17/7/2017).

Pada upacara ini, amanat Panglima TNI dibacakan oleh Komandan Secapaad. Amanat diawali dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh Prajurit, ASN dan keluarga besar TNI dimanapun berada dan bertugas, mengingat pelaksanaan upacara 17an kali ini masih dalam suasana Idul Fitri 1438 H. Prajurit TNI dinilai telah menunjukkan kedisiplinan dan berkinerja tinggi, sehingga Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Menyikapi maraknya tindakan terror yang terjadi belakangan ini, Panglima TNI menegaskan akan senantiasa melindungi prajurit dengan mengambil sikap tegas terhadap kejahatan yang menimpa masyarakat, khususnya keluarga besar TNI sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, “satu orang prajurit TNI tersakiti, maka sesungguhnya seluruh prajurit TNI juga merasa tersakiti”.

Bahaya terorisme terus menghantui dunia, termasuk di Indonesia. TNI harus serius menghadapi terorisme, salah satu caranya dengan memperlengkapi dengan peralatan secara fisik maupun peraturan perundangan bagi aparat. Pemberantasan terorisme harus dilakukan secara total, oleh semua elemen bangsa dan semua pemangku kepentingan Negara. TNI tidak boleh kalah dengan teroris dan TNI selalu siap dalam pemberantasan terorisme. Selain itu, dalam amanatnya Panglima TNI juga mengingatkan tentang kelompok "Cyber Narcoterorism", yang menggunakan dunia maya untuk mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya digunakan membiayai kegiatan terorisme. Beliau memerintahkan agar Prajurit, ASN dan keluarga besar TNI membatasi penggunaan HP, smartphone dan media elektronik lainnya dari hal-hal yang tidak penting.

Di akhir amanatnya, Panglima TNI juga mengingatkan agar menghindari penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui Medsos yang dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong, dan percayalah kepada para komandan satuan. Prajurit dan ASN TNI harus cerdas, dan cermat serta pandai memilah dalam memilih berita yang positif dan bermanfaat. (Penhumas Secapaad).

 

 

 
secapaad.mil.id, Powered by Infolahta