Home Berita Secapaad Laksanakan Upacara Bendera 17 Maret 2018

KOMANDAN SECAPAAD

Vinaora Nivo Slider


Secapaad Laksanakan Upacara Bendera 17 Maret 2018 PDF 
Ditulis oleh penhumas   
Kamis, 12 April 2018 04:21

Secapaad Laksanakan Upacara Bendera 17 Maret 2018

Komandan Secapaad Brigjen TNI Urip Wahyudi, S.I.P menjadi Inspektur Upacara pada Upacara 17an bulan Maret 2018 di lapangan Wiradhika. Bertindak selaku Komandan Upacara Letkol Kav IWB Sutrisno yang saat ini menjabat sebagai Kepala Tim Gumil dan Pelatih. (Senin, 19/03/2018).

Pada amanatnya, Komandan Secapaad mengingatkan kepada para kepala bagian dan seluruh prajurit agar dapat melaksanakan tugas secara optimal sesuai program yang telah ditetapkan, khususnya pada TW pertama sesuai prinsip manajemen yang benar. Memasuki taraf II atau taraf pengertian dituntut dapat menjadi role model bagi Pasis agar dapat melaksanakan transfer ilmu secara maksimal. Beliau juga menyampaikan tentang makna kepemimpinan di lingkungan TNI AD, sebagaimana pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman bahwa “Pemimpin yang hebat tumbuh bukan karena kekuasaan atau tindakan yang keras, melainkan menebarkan pikiran dan semangat yang mampu memberi inspirasi pengikutnya”.

Tingkat kepemimpinan di lingkungan militer meliputi level Pati, Pamen, Pama dan Bintara. Pada level Pamen berarti pada tataran operasional yang bertugas mengarahkan, membina dan mengajari level pimpinan di bawahnya. Tingkat Pama berada pada tataran taktis yang dituntut peran sebagai pemimpin yang menjadi contoh secara langsung dalam tugas di lapangan, hal ini bermakna bahwa prajurit yang menyandang pangkat pada level Pama harus dapat mengerjakan tugasnya lebih dulu sehingga dapat diikuti bawahannya seraya berkata “ikuti saya”. Level Bintara menjadi dasar/fundamental yang harus dapat menguasai dan melaksanakan tugas sesuai jabatan yang diemban secara profesional.

Sesuai uraian di atas, diharapkan beberpa karakter pimpinan yang diharapkan, yaitu tegas dalam prinsip, luwes dalam sikap dan bertindak serta bijak dalam mengambil keputusan. Peringatan tentang netralitas TNI menjelang Pilkada dan Pilpres juga tidak lepas dari amanat beliau. Penekanan bahwa prajurit TNI tidak boleh berpolitik praktis karena politik TNI adalah politik negara disampaikan secara tegas dan lugas, karena pada dasarnya TNI justru harus berperan untuk mengamankan seluruh pesta demokrasi rakyat, baik Pilkada maupun Pilpres agar dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar sehingga kesinambungan nacional dapat terjamin.

Dansecapaad juga menyoroti tentang perkembangan teknologi dan pemanfaatannya sehingga prajurit ditekankan agar dapat menjadi Prajurit yang “Melek Teknologi” tanpa meninggalkan jati diri sebagai prajurit TNI. Khusus tentang penggunaan Medsos, seluruh warga Secapaad ditekankan agar mempedomani petunjuk pimpinan sehingga tidak menjadi bumerang yang mencoreng nama baik individu sebagai prajurit maupun nama baik satuan.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Dansecapaad menyampaikan atensi dan penekanan untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas kedepan. Pertama, mantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai landasan moral dan etika dalam melaksanaan tugas. Kedua, tingkatkan profesionalitas dengan senantiasa belajar dan berlatih, sehingga setiap prajurit selalu siap menghadapi tugas yang akan diberikan. Ketiga, tumbuh kembangkan terus kebersamaan dan kekeluargaan agar terwujud soliditas satuan yang kokoh dan kesatuan Komando yang kuat. Keempat, patuhi semua aturan, disiplin dan tertib administrasi yang berlaku. Hindari pelanggaran-pelanggaran yang marak saat ini seperti penyalahgunaan Narkoba, perbuatan kriminal maupun menanggapi berita-berita Hoax di Media Sosial. Kelima, jaga netralitas TNI dalam menghadapi Pemilu Kepala Daerah 2018.

Upacara diikuti oleh Wadan Secapaad Kolonel Inf Heri Sapari, para Direktur, Pejabat Distribusi, para Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil Secapaad. (Penhumassecapaad)

 
secapaad.mil.id, Powered by Infolahta